KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari kembali membuktikan komitmennya dalam menghasilkan lulusan berkualitas unggul. Kali ini prestasi diraih oleh mahasiswa Program Studi Kearsipan, Siti Nurhaliza, yang berhasil meraih medali emas dalam Kompetisi Nasional Pengelolaan Dokumen Digital (KNPDD) 2026 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri di Jakarta, pada 14-16 April 2026 lalu.
Pencapaian membanggakan ini menambah deretan prestasi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari di tingkat nasional dan internasional. Siti Nurhaliza, mahasiswa tingkat akhir Program Studi Kearsipan, berhasil mengalahkan 47 peserta dari berbagai universitas terkemuka di Indonesia dengan menampilkan inovasi dan keahlian luar biasa dalam kategori “Digitalisasi dan Preservasi Arsip Tradisional.”
Kompetisi yang berlangsung selama tiga hari ini menghadirkan berbagai tantangan akademik dan praktis seputar pengelolaan dokumen modern, transformasi digital arsip, serta penerapan teknologi informasi dalam sistem kearsipan kontemporer. Para peserta diuji melalui serangkaian ujian tulis, presentasi, simulasi kerja lapangan, dan demonstrasi kemampuan praktis menggunakan perangkat lunak kearsipan terkini.
“Saya sangat bahagia dan bangga bisa mewakili Universitas Muhammadiyah Kendari di tingkat nasional. Kompetisi ini sangat kompetitif, namun persiapan matang yang saya lakukan bersama dosen pembimbing membuat saya percaya diri menghadapi setiap tantangan,” ujar Siti Nurhaliza ketika ditemui di Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari, Kamis (17/4/2026).
Mahasiswa yang berasal dari Kabupaten Bombana ini mengungkapkan bahwa kemenangan ini bukan semata-mata hasil kerja individu, melainkan dukungan penuh dari akademisi Program Studi Kearsipan yang telah membimbing dan mempersiapkan dirinya dengan matang. Siti Nurhaliza menceritakan bahwa ia telah mengikuti program pelatihan intensif selama enam bulan sebelum mengikuti kompetisi nasional tersebut.
“Program Studi Kearsipan memberikan kami fondasi ilmu yang sangat kuat, terutama dalam hal teori kearsipan, manajemen dokumen, dan digitalisasi arsip. Dosen-dosen kami selalu mendorong mahasiswa untuk berinovasi dan mengikuti berbagai kompetisi akademik untuk mengasah kemampuan,” tambah Nurhaliza dengan antusias.
Dukungan Penuh dari Universitas
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. Ir. H. Ahmad Safei, M.Sc., merespons dengan antusiasme tinggi atas pencapaian mahasiswa berprestasi tersebut. Dalam pernyataannya kepada media, Prof. Ahmad Safei menegaskan bahwa prestasi ini mencerminkan komitmen Universitas Muhammadiyah Kendari dalam mengembangkan program-program akademik yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat.
“Pencapaian Siti Nurhaliza dalam meraih medali emas di kompetisi nasional ini adalah bukti nyata dari kualitas pendidikan yang kami berikan. Program Studi Kearsipan kami dirancang untuk memenuhi kebutuhan profesional kearsipan di era digital. Prestasi ini tentu saja membuat kami semakin termotivasi untuk terus meningkatkan standar pendidikan kami,” ungkap Prof. Ahmad Safei dalam siaran pers resmi, Kamis sore (17/4/2026).
Rektor lebih lanjut mengapresiasi kerja keras para dosen dan mahasiswa yang terlibat dalam proses persiapan kompetisi. Beliau juga menjanjikan bahwa universitas akan terus mendukung mahasiswa yang memiliki potensi akademik tinggi untuk mengikuti berbagai kompetisi di tingkat nasional maupun internasional.
“Kami akan memastikan bahwa setiap mahasiswa berprestasi mendapatkan akses penuh terhadap sumber daya akademik, pelatihan khusus, dan bimbingan dari para ahli di bidangnya. Investasi dalam pengembangan mahasiswa adalah investasi dalam membangun masa depan bangsa yang lebih baik,” jelas Prof. Ahmad Safei.
Perjalanan Menuju Medali Emas
Ketua Program Studi Kearsipan, Dr. H. Muh. Ridwan, M.A., mengungkapkan bahwa persiapan Siti Nurhaliza dimulai sejak bulan November 2025 ketika universitas mengenal tentang adanya Kompetisi Nasional Pengelolaan Dokumen Digital 2026. Program Studi Kearsipan kemudian membentuk tim pembimbing khusus yang terdiri dari dosen-dosen berpengalaman untuk mempersiapkan mahasiswa terbaik mereka.
“Siti Nurhaliza dipilih berdasarkan prestasi akademiknya yang luar biasa serta ketertarikannya yang mendalam terhadap aspek digitalisasi arsip. Selama enam bulan, kami melakukan coaching intensif yang mencakup teori-teori terkini dalam kearsipan digital, praktik langsung menggunakan software kearsipan standar internasional, dan simulasi soal-soal kompetisi,” jelas Dr. Ridwan.
Lebih lanjut, Dr. Ridwan menjelaskan bahwa materi persiapan tidak hanya berfokus pada aspek teknis semata, melainkan juga pada pengembangan keterampilan presentasi, kemampuan analisis kritis, dan wawasan mendalam tentang tantangan-tantangan praktis dalam industri kearsipan modern.
“Kami memastikan bahwa mahasiswa kami tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu menerapkan ilmu mereka dalam situasi nyata. Kompetisi nasional adalah salah satu cara terbaik untuk menguji apakah pendidikan yang kami berikan sudah relevan dan berkualitas,” tambah Dr. Ridwan.
Inovasi dalam Pengelolaan Arsip Digital
Siti Nurhaliza dalam presentasinya di kompetisi nasional menampilkan inovasi menarik berupa sistem manajemen dokumen digital yang terintegrasi dengan teknologi blockchain untuk menjamin keamanan dan keaslian dokumen arsip. Inovasi ini dikembangkan melalui riset skripsi Nurhaliza yang didampingi oleh Dr. Ridwan dan dosen pembimbing lainnya.
“Saya melihat bahwa salah satu tantangan terbesar dalam digitalisasi arsip adalah masalah keamanan data dan verifikasi keaslian dokumen. Dengan menggunakan teknologi blockchain, setiap dokumen digital mendapatkan jejak digital yang tidak dapat diubah, sehingga integritas arsip dapat terjaga dengan baik,” dijelaskan Siti Nurhaliza mengenai inovasi yang ia tawarkan.
Sistem yang dikembangkan Nurhaliza ini telah mendapat perhatian khusus dari tim juri kompetisi, yang terdiri dari praktisi kearsipan berpengalaman dari berbagai institusi pemerintah dan swasta di Indonesia. Para juri menilai bahwa sistem ini memiliki potensi tinggi untuk diterapkan di berbagai institusi, khususnya di sektor pemerintahan yang masih banyak mengelola dokumen dengan cara tradisional.
Dampak Positif bagi Program Studi Kearsipan
Pencapaian Siti Nurhaliza tentu saja membawa dampak positif yang signifikan bagi Program Studi Kearsipan Universitas Muhammadiyah Kendari. Prestasi ini meningkatkan reputasi akademik program studi di mata publik dan institusi pendidikan lainnya di Indonesia. Selain itu, pencapaian ini juga menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk meningkatkan prestasi akademik mereka.
Menurut data yang dikumpulkan dari bagian akademik, terdapat peningkatan minat calon siswa untuk mendaftar ke Program Studi Kearsipan pasca prestasi Siti Nurhaliza ini. Universitas menerima peningkatan signifikan dalam jumlah pendaftar program studi ini untuk tahun akademik 2026/2027.
“Prestasi Siti ini menunjukkan bahwa Program Studi Kearsipan kami dapat bersaing secara sehat dengan program studi kearsipan dari universitas-universitas besar di Indonesia. Hal ini tentunya akan meningkatkan kredibilitas dan daya tarik program studi kami di kalangan calon mahasiswa,” ujar Dr. Ridwan.
Lebih lanjut, Program Studi Kearsipan juga telah menerima undangan dari berbagai institusi untuk melakukan sharing knowledge dan diskusi tentang inovasi yang dikembangkan Siti Nurhaliza. Beberapa institusi pemerintah daerah juga tertarik untuk berkolaborasi dengan program studi dalam hal pengembangan sistem kearsipan digital.
Motivasi untuk Mahasiswa Lain
Siti Nurhaliza berpesan kepada mahasiswa lain, terutama mahasiswa Program Studi Kearsipan, agar tidak takut untuk bermimpi besar dan terus berusaha keras untuk mencapai target akademik mereka. Menurutnya, prestasi bukan sesuatu yang mustahil dicapai jika dilakukan dengan dedikasi dan kerja keras yang konsisten.
“Saya ingin menyampaikan bahwa prestasi yang saya raih ini bukan kebetulan. Ini hasil dari kerja keras, dedikasi, dan dukungan luar biasa dari dosen-dosen dan keluarga saya. Kepada teman-teman mahasiswa lainnya, saya dorong untuk aktif mengikuti berbagai kompetisi akademik, karena kompetisi adalah kesempatan emas untuk menguji kemampuan dan memperluas wawasan,” pesan Siti Nurhaliza.
Penutup
Pencapaian Siti Nurhaliza dalam meraih medali emas Kompetisi Nasional Pengelolaan Dokumen Digital 2026 merupakan kebanggaan bagi seluruh civitas akademika Universitas Muhammadiyah Kendari. Prestasi ini membuktikan bahwa melalui komitmen terhadap kualitas pendidikan, dukungan penuh terhadap mahasiswa berprestasi, dan pengembangan program akademik yang relevan, universitas mampu menghasilkan lulusan yang kompetitif di tingkat nasional.
Universitas Muhammadiyah Kendari berkomitmen untuk terus mengembangkan Program Studi Kearsipan agar dapat menjadi pusat pendidikan kearsipan berkualitas tinggi yang mampu menghasilkan profesional kearsipan yang kompeten dan inovatif. Dengan semangat yang sama, universitas juga akan terus mendorong mahasiswa-mahasiswa berprestasi lainnya untuk mengikuti berbagai kompetisi akademik dan mengharumkan nama Universitas Muhammadiyah Kendari di tingkat nasional dan internasional.
Penyerahan penghargaan medali emas kepada Siti Nurhaliza akan dilakukan dalam acara Dies Natalis Universitas Muhammadiyah Kendari yang akan diselenggarakan pada akhir bulan April 2026 mendatang. Prestasi gemilang ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari untuk terus berinovasi dan berprestasi. (*/Eka)