KENDARI – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Program Studi Kearsipan Universitas Muhammadiyah Kendari berhasil menginisiasi program inovatif bernama “Arsip Bergerak” yang dirancang untuk mengajak masyarakat Kendari lebih peduli terhadap pelestarian dokumen dan arsip sejarah daerah. Program yang diluncurkan pada Sabtu, 19 April 2026, di Aula Gedung Rektorat Universitas Muhammadiyah Kendari ini merupakan wujud nyata komitmen mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu kearsipan untuk kehidupan sosial bermasyarakat.
Kehadiran ratusan mahasiswa, dosen, pejabat kampus, dan sejumlah undangan dari berbagai institusi pemerintahan daerah memeriahkan acara peluncuran program yang bertepatan dengan memasuki fase kedua pelaksanaan agenda tahunan BEM Universitas Muhammadiyah Kendari. Antusiasme peserta mencerminkan bahwa program ini dinanti-nantikan sebagai inisiatif yang relevan dengan isu-isu kesejarahan dan pelestarian budaya lokal di Sulawesi Tenggara.
Latar Belakang dan Visi Program
Program “Arsip Bergerak” hadir sebagai respons atas kekhawatiran yang berkembang di kalangan akademis mengenai banyaknya dokumen bersejarah daerah yang terancam hilang akibat kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian arsip. Menurut survei awal yang dilakukan oleh mahasiswa Program Studi Kearsipan selama semester ganjil 2025/2026, sebagian besar keluarga dan lembaga di Kendari belum memiliki pengetahuan memadai tentang cara merawat dan menyimpan dokumen-dokumen penting mereka.
“Kami melihat ada celah yang besar dalam literasi arsip di masyarakat Kendari. Banyak dokumen bersejarah keluarga, surat-surat penting, dan bahkan foto-foto peninggalan nenek moyang yang disimpan dengan cara yang tidak tepat, bahkan ada yang sudah hilang,” ujar Nurul Hanifah, Ketua BEM Program Studi Kearsipan Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam sambutan pembukaan acara peluncuran program.
Visi dari “Arsip Bergerak” adalah untuk memberdayakan masyarakat Kendari melalui edukasi kearsipan yang interaktif, praktis, dan mudah diakses. Program ini dirancang dalam bentuk kunjungan ke berbagai kelurahan, komunitas, dan lembaga-lembaga lokal untuk memberikan pelatihan singkat tentang pengorganisasian dan pelestarian dokumen.
Struktur dan Komponen Program
Program “Arsip Bergerak” terdiri dari lima komponen utama yang akan dilaksanakan secara bertahap mulai dari Mei hingga Desember 2026. Pertama, komponen Edukasi Lapangan (Edu-Lapang) yang akan menghadirkan tim mahasiswa ke berbagai kelurahan untuk memberikan sosialisasi dan workshop gratis tentang pengelolaan arsip pribadi dan keluarga. Kedua, komponen Digitalisasi Partisipatif yang mengajak masyarakat untuk mendigitalisasi dokumen-dokumen bernilai sejarah milik mereka dengan bimbingan mahasiswa.
Ketiga, Program Kemitraan dengan Lembaga Lokal, yang bertujuan untuk membangun sinergi antara Universitas Muhammadiyah Kendari dengan arsip daerah, perpustakaan kota, dan museum lokal dalam upaya pelestarian dokumen. Keempat, Pembuatan Pedoman Praktis Kearsipan berbahasa daerah yang akan didistribusikan gratis kepada masyarakat agar lebih mudah dipahami. Kelima, Kompetisi Inovasi Kearsipan yang membuka kesempatan bagi mahasiswa dan masyarakat untuk mengajukan ide-ide kreatif dalam pelestarian arsip.
Imam Hidayat, Koordinator Program Studi Kearsipan dan juga dosen pembimbing BEM, menjelaskan bahwa struktur program ini telah dirancang dengan cermat untuk memastikan keberlanjutan dan dampak jangka panjang. “Program ‘Arsip Bergerak’ bukan sekadar kampanye sekali jalan. Kami membangun momentum yang berkelanjutan dengan melibatkan berbagai stakeholder dan menciptakan ekosistem kesadaran arsip di Kendari,” ungkap dosen senior yang telah mengabdi di Program Studi Kearsipan selama 12 tahun ini.
Dukungan Institusional dan Pemerintah Daerah
Keberhasilan peluncuran program ini didukung penuh oleh rektorat Universitas Muhammadiyah Kendari. Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Muh. Ikhwan Bakri, M.Si., dalam sambutannya menekankan bahwa program ini sejalan dengan visi universitas dalam menciptakan lulusan yang tidak hanya berkompeten akademis tetapi juga berkontribusi aktif pada masyarakat.
“Universitas Muhammadiyah Kendari bangga menjadi inkubator bagi inisiatif mahasiswa seperti ini. Program ‘Arsip Bergerak’ menunjukkan bahwa anak-anak muda kita memiliki kepekaan sosial yang tinggi dan kemampuan untuk mengubah pengetahuan akademis menjadi aksi nyata. Inilah mahasiswa yang kami harapkan,” ujar Prof. Ikhwan dalam pidato sambutannya yang mendapat tepukan meriah dari seluruh peserta acara.
Dukungan juga datang dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tenggara. Kepala Dinas, Dra. H. Nur’ain Wijaya, M.Hum., mengapresiasi inisiatif mahasiswa dan berkomitmen untuk memberikan dukungan teknis dan akses ke fasilitas dinas dalam pelaksanaan program.
“Pelestarian arsip adalah tanggung jawab bersama. Kami menyambut baik keterlibatan akademisi muda dalam kerja-kerja pelestarian ini. Dinas siap memberikan bantuan fasilitas, termasuk akses ke laboratorium konservasi dan ahli-ahli yang kami miliki,” kata Dra. Nur’ain Wijaya dalam kesempatan tersebut.
Peran Organisasi Mahasiswa Pendukung
Selain BEM Program Studi Kearsipan, terdapat beberapa organisasi mahasiswa lainnya yang turut mendukung pelaksanaan program. Himpunan Mahasiswa Program Studi Kearsipan (HMPS Kearsipan), Senat Mahasiswa Universitas, dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Riset dan Publikasi juga terlibat aktif dalam persiapan dan pelaksanaan program “Arsip Bergerak”.
Aulia Putri Rahmawati, Ketua HMPS Kearsipan, mengatakan bahwa kolaborasi antar organisasi mahasiswa ini menunjukkan solidaritas dalam misi kearsipan. “Melalui ‘Arsip Bergerak’, kami membuktikan bahwa organisasi mahasiswa bukan hanya tempat berkumpul, tetapi wadah nyata untuk menciptakan perubahan positif. Setiap anggota HMPS, BEM, dan UKM Riset akan menjadi duta kearsipan di komunitas mereka masing-masing,” jelas Aulia dengan antusias.
Target Dampak dan Ekspektasi
Target pelaksanaan program “Arsip Bergerak” selama tahun 2026 adalah menjangkau minimal 15 kelurahan di Kendari, melatih 500 peserta masyarakat dalam workshop kearsipan, mendigitalisasi 1.000 dokumen-dokumen bersejarah, dan membangun kemitraan dengan setidaknya 10 lembaga lokal. Selain target kuantitatif, program juga memiliki target kualitatif berupa peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian arsip.
Dr. H. Asraf Mohsin, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (di mana Program Studi Kearsipan berada), menyampaikan bahwa program ini juga menjadi bagian integral dari strategi pengembangan akademik fakultas. “Program ‘Arsip Bergerak’ memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melakukan pembelajaran experiential yang sangat berharga. Mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga terlibat langsung dalam permasalahan nyata masyarakat dan menciptakan solusi praktis,” tutur Dr. Asraf.
Respons Masyarakat dan Antusiasme Peserta
Antusiasme terhadap program ini juga terlihat dari respons positif masyarakat. Beberapa perwakilan kelurahan yang hadir dalam acara peluncuran langsung mendaftarkan wilayah mereka untuk menjadi lokasi pertama pelaksanaan program. Kelurahan Kendari Barat, Kelurahan Bende, dan Kelurahan Baruga adalah tiga kelurahan pertama yang menyatakan kesiapan mereka untuk menjadi pilot project dari program “Arsip Bergerak”.
Siti Nurhayati, Lurah Kelurahan Kendari Barat, mengungkapkan bahwa wilayahnya memiliki banyak keluarga yang memiliki dokumen bersejarah yang perlu dijaga. “Kami sangat berterima kasih atas inisiatif ini. Banyak keluarga di kelurahan kami yang memiliki dokumen sejarah perlawanan terhadap penjajah dan dokumen penting lainnya yang sudah rusak karena tidak tahu cara merawatnya. Program ini sangat dibutuhkan,” kata Nurhayati dengan penuh harapan.
Tantangan dan Strategi Pengatasan
Meskipun antusiasme tinggi, BEM dan tim Program Studi Kearsipan juga menyadari berbagai tantangan yang mungkin dihadapi selama pelaksanaan program. Nurul Hanifah mengakui bahwa tantangan utama adalah keterbatasan sumber daya manusia dan dana operasional untuk menjangkau seluruh wilayah Kendari.
“Kami memiliki sekitar 120 mahasiswa aktif di Program Studi Kearsipan, dan tidak semuanya bisa terlibat penuh dalam program ini karena ada tanggung jawab akademik. Namun, kami telah menyusun sistem rotasi yang baik agar beban kerja terdistribusi. Kami juga sedang mencari sponsor dan kemitraan untuk mendanai program ini,” terang Nurul.
Strategi pengatasan yang telah disiapkan meliputi pembuatan panduan terstruktur untuk memudahkan proses training oleh mahasiswa yang berbeda, kolaborasi intensif dengan stakeholder lokal untuk berbagi beban, dan penghimpunan dana melalui proposal ke berbagai organisasi filantropi dan korporat yang peduli terhadap pelestarian warisan budaya.
Penutup dan Harapan Ke Depan
Program “Arsip Bergerak” yang diluncurkan pada 19 April 2026 ini menandai babak baru dalam komitmen Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya Program Studi Kearsipan, terhadap pengembangan masyarakat. Inisiatif mahasiswa ini menunjukkan bahwa pendidikan tinggi bukan hanya tentang transfer ilmu, tetapi juga tentang penciptaan solusi nyata untuk permasalahan sosial.
Dengan dukungan penuh dari institusi kampus, pemerintah daerah, dan respons positif masyarakat, program ini memiliki potensi besar untuk menjadi model pelestarian arsip lokal yang bisa direplikasi di daerah-daerah lain di Indonesia. Ke depannya, diharapkan bahwa kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian arsip akan terus meningkat, sehingga warisan dokumenter daerah dapat terjaga dengan baik untuk generasi mendatang.
Sebagai penutup, semangat dan dedikasi mahasiswa BEM dan organisasi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari dalam meluncurkan program ini patut diapresiasi. Mereka telah membuktikan bahwa mahasiswa bukan hanya pengguna ilmu, tetapi juga kreator solusi yang mampu berkontribusi signifikan bagi masyarakat. Program “Arsip Bergerak” adalah bukti nyata dari komitmen tersebut, dan adalah harapan besar bahwa program ini akan berjalan sukses dan memberikan dampak positif bagi pelestarian budaya lokal Kendari.