KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari mencatatkan pencapaian signifikan di bidang pendidikan tinggi dengan meraih status akreditasi A untuk Program Studi Kearsipan pada Senin, 13 April 2026. Pengumuman hasil akreditasi yang dilakukan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi (LAMPT) ini menjadi bukti nyata komitmen institusi dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan dan penelitian di wilayah Indonesia Timur.
Akreditasi dengan peringkat tertinggi tersebut diraih setelah Program Studi Kearsipan Universitas Muhammadiyah Kendari menjalani proses evaluasi komprehensif selama enam bulan. Penetapan akreditasi A mengindikasikan bahwa program studi telah memenuhi seluruh standar nasional pendidikan tinggi, mencakup aspek input, proses, output, dan outcome dengan hasil yang memuaskan atau bahkan melebihi ekspektasi.
Menurut data yang dihimpun, Program Studi Kearsipan merupakan satu-satunya program keahlian di Sulawesi Tenggara yang secara khusus memfokuskan pada pengembangan kompetensi profesional dalam bidang pengelolaan arsip, preservasi dokumen, dan manajemen informasi. Pencapaian akreditasi tingkat tertinggi ini memberikan pengakuan formal terhadap kualitas akademik dan relevansi kurikulum yang dikembangkan oleh program studi.
“Kami sangat bersyukur dan bangga dengan pencapaian luar biasa ini. Raihan akreditasi A bukan hanya sebuah prestasi, melainkan tanggung jawab moral kami untuk terus meningkatkan standar pendidikan dalam program kearsipan,” ujar Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Muh. Tahir, M.Ed., dalam konferensi pers yang digelar di Rektorat Kampus Pusat, Jalan Sultan Hasanuddin, Kendari, Selasa pagi (14 April 2026).
Rektor lebih lanjut menjelaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh komponen civitas akademika, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga pimpinan program studi. Tahir menekankan bahwa mutu pendidikan bukan sekadar angka akreditasi, melainkan komitmen berkelanjutan untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap berkontribusi di industri kearsipan nasional.
“Akreditasi A yang kami terima hari ini adalah bukti bahwa investasi kami dalam pengembangan infrastruktur akademik, rekrutmen dosen berkualifikasi, dan penyediaan fasilitas belajar modern telah memberikan hasil yang signifikan. Namun, perjalanan kami untuk mencapai keunggulan masih terus berlanjut,” tambah Rektor Tahir dengan penuh keyakinan.
Peningkatan Infrastruktur dan Sumber Daya Akademik
Ketua Program Studi Kearsipan, Dr. Hasanuddin, S.Pd., M.Hum., memaparkan bahwa pencapaian akreditasi ini didahului oleh serangkaian upaya serius dalam meningkatkan infrastruktur akademik dan kualitas sumber daya manusia. Dalam tiga tahun terakhir, program studi telah melakukan modernisasi fasilitas pembelajaran, termasuk pembangunan Laboratorium Kearsipan Digital yang dilengkapi dengan teknologi terkini untuk simulasi manajemen dokumen elektronik.
“Program Studi Kearsipan telah mengalokasikan dana signifikan untuk pengembangan infrastruktur pembelajaran. Kami membangun ruang kolaborasi khusus yang dirancang untuk mendukung praktik kearsipan kontemporer, termasuk digitalisasi dokumen, preservation of digital materials, dan records management systems,” jelas Dr. Hasanuddin saat diwawancarai di Kantor Program Studi, Gedung Rektorat Lantai 3, pada hari yang sama.
Selain infrastruktur fisik, program studi juga fokus pada pengembangan sumber daya manusia. Tim dosen kearsipan telah diperkuat dengan rekrutmen akademisi berpendidikan doktor dari universitas terkemuka nasional dan internasional. Saat ini, Program Studi Kearsipan memiliki 12 orang dosen tetap dengan minimal gelar magister, dan tiga di antaranya telah menyelesaikan studi doktoral di bidang kearsipan, ilmu informasi, dan manajemen dokumen.
“Kami percaya bahwa kualitas dosen adalah kunci utama dalam menghasilkan pembelajaran berkualitas. Oleh karena itu, kami terus mendorong para dosen untuk mengikuti pengembangan profesional, publikasi ilmiah, dan keterlibatan dalam penelitian untuk meningkatkan kompetensi mereka,” ungkap Dr. Hasanuddin.
Data akademik menunjukkan peningkatan produktivitas penelitian dosen program studi. Dalam dua tahun terakhir, dosen Kearsipan telah menghasilkan 24 artikel ilmiah yang dipublikasikan di jurnal nasional terakreditasi dan 8 artikel di jurnal internasional. Selain itu, program studi telah menginisiasi lima penelitian kelompok yang berfokus pada isu-isu kontemporer dalam kearsipan digital, preservasi warisan budaya, dan manajemen arsip pemerintah.
Kurikulum Relevan dan Luaran Pembelajaran Terukur
Kepala Bagian Akademik Universitas Muhammadiyah Kendari, Drs. I Made Darmawan, Ph.D., mengemukakan bahwa salah satu faktor utama pencapaian akreditasi A adalah relevansi kurikulum dengan kebutuhan pasar kerja. Program Studi Kearsipan telah melakukan evaluasi kurikulum secara berkala dengan melibatkan stakeholder eksternal, termasuk Perpustakaan Nasional, Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, dan sektor swasta yang membutuhkan profesional kearsipan.
“Kurikulum Program Studi Kearsipan dirancang dengan pendekatan outcome-based education, yang mengutamakan pengembangan kompetensi spesifik sesuai kebutuhan industri. Kami tidak hanya fokus pada teori, melainkan juga praktik langsung melalui internship dan project-based learning,” kata Darmawan dalam diskusi kelompok terfokus yang diselenggarakan pada Rabu pagi (15 April 2026).
Kurikulum terbaru Program Studi Kearsipan mencakup mata kuliah wajib seperti Fundamentals of Records Management, Arsip Digital dan Sistem Informasi, Preservation dan Conservation, hingga mata kuliah pilihan yang mencakup Heritage Management, Corporate Archives, dan Digital Humanities. Struktur kurikulum juga mengintegrasikan soft skills, termasuk kepemimpinan, komunikasi profesional, dan manajemen proyek.
Dalam hal luaran pembelajaran, mahasiswa Kearsipan diharapkan mampu menguasai kompetensi inti meliputi: (1) merancang dan mengimplementasikan sistem manajemen arsip yang efisien; (2) melakukan digitalisasi dan preservasi dokumen dengan standar internasional; (3) menganalisis kebutuhan informasi organisasi dan mengembangkan solusi kearsipan yang sesuai; serta (4) mengelola tim dan proyek kearsipan dalam konteks organisasi modern.
Hasil tracer study terhadap lulusan Program Studi Kearsipan menunjukkan tingkat keterserapan kerja yang sangat baik. Dari 145 lulusan dalam lima tahun terakhir, sebanyak 89 persen telah terserap di dunia kerja dalam waktu kurang dari enam bulan setelah lulus. Lulusan program studi bekerja di berbagai sektor, mulai dari instansi pemerintah (Arsip Nasional, Kementerian, Dinas), korporasi swasta (perbankan, asuransi, BUMN), hingga organisasi nirlaba dan warisan budaya.
Aktivitas Penelitian dan Keterlibatan Komunitas
Luasnya dampak positif program studi tidak hanya terlihat dari pencapaian akademik formal, melainkan juga dari keterlibatan aktifnya dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Program Studi Kearsipan telah menjalin kolaborasi penelitian dengan Perpustakaan Nasional RI untuk mengkaji isu-isu kearsipan nasional, termasuk preservasi dokumen kolonial dan pengelolaan arsip digital pemerintah.
Salah satu proyek penelitian unggulan adalah “Digitalisasi dan Catalog Arsip Lokal Sulawesi Tenggara,” yang melibatkan 8 mahasiswa dan 3 dosen peneliti. Proyek ini bertujuan untuk melestarikan warisan dokumenter lokal sekaligus memberikan pelatihan praktis kepada mahasiswa dalam teknik digitalisasi profesional. Hingga kini, proyek ini telah berhasil mendigitalisasi lebih dari 5.000 dokumen historis dari berbagai lembaga di Sulawesi Tenggara.
“Penelitian bukan hanya aktivitas akademis untuk publikasi, tetapi juga sarana kami untuk berkontribusi langsung kepada masyarakat. Melalui proyek digitalisasi arsip lokal, kami membantu instansi pemerintah dan komunitas lokal untuk melestarikan warisan budaya mereka sekaligus meningkatkan akses publik terhadap informasi historis,” terang Dr. Hasanuddin dengan antusiasme.
Keterlibatan program studi dalam komunitas juga terwujud melalui program pelatihan gratis bagi arsiparis profesional dan karyawan di bidang kearsipan. Setiap tahun, Program Studi Kearsipan menyelenggarakan minimal 4 workshop dan seminar dengan menghadirkan praktisi dan ahli kearsipan tingkat nasional. Kegiatan ini dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai lembaga penyimpan arsip di Sulawesi Tenggara.
Dampak Akreditasi A terhadap Pengembangan Kampus
Pencapaian akreditasi A Program Studi Kearsipan memberikan dampak positif yang luas terhadap pengembangan Universitas Muhammadiyah Kendari secara keseluruhan. Dalam jangka pendek, akreditasi ini akan meningkatkan reputasi institusi dan menarik minat calon mahasiswa berkualitas untuk mendaftar ke program studi. Data pendaftaran online menunjukkan peningkatan signifikan: sebanyak 312 pendaftar untuk Program Studi Kearsipan di tahun akademik 2026/2027, meningkat 65 persen dibandingkan tahun akademik sebelumnya.
Kepala Bagian Penerimaan Mahasiswa, Sugito, S.Pd., M.Pd., menyatakan bahwa minat calon mahasiswa terhadap Program Studi Kearsipan terus meningkat seiring dengan meningkatnya kesadaran tentang pentingnya profesi arsiparis dalam era digital. “Pencapaian akreditasi A akan semakin memperkuat positioning program studi di pasar pendidikan tinggi. Kami optimis bahwa program studi akan terus berkembang dengan penerimaan mahasiswa yang semakin berkualitas,” ujar Sugito.
Dalam jangka panjang, akreditasi A membuka peluang Universitas Muhammadiyah Kendari untuk mengembangkan program studi lebih lanjut, seperti program magister dan doktor dalam bidang kearsipan dan manajemen informasi. Rencana strategis universitas untuk lima tahun ke depan mencakup pengembangan Program Magister Kearsipan yang akan menarik peneliti dan profesional kearsipan dari seluruh Indonesia Timur.
“Dengan akreditasi A pada jenjang sarjana, kami siap untuk mengembangkan program magister. Kami percaya bahwa ada peluang besar untuk menjadi pusat pendidikan kearsipan terkemuka di kawasan Indonesia Timur,” papar Rektor Tahir dalam rencana strategis yang disampaikan kepada media massa.
Komitmen Berkelanjutan untuk Peningkatan Mutu
Meskipun telah meraih akreditasi tertinggi, pimpinan Program Studi Kearsipan menegaskan bahwa pencapaian ini bukan akhir dari perjalanan peningkatan mutu, melainkan awal dari komitmen yang lebih serius. Dr. Hasanuddin menjelaskan bahwa program studi akan terus melakukan inovasi dalam pembelajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat dengan target yang lebih ambisius.
“Ke depannya, kami ingin Program Studi Kearsipan tidak hanya menjadi pemimpin dalam pendidikan kearsipan di tingkat nasional, tetapi juga diakui secara regional dan internasional. Kami akan mengembangkan kerjasama dengan universitas terkemuka di Asia Pasifik untuk pertukaran mahasiswa, dosen, dan penelitian bersama,” jelasnya.
Universitas Muhammadiyah Kendari juga berkomitmen untuk terus mengalokasikan sumber daya yang memadai untuk pengembangan infrastruktur, sumber daya manusia, dan program-program inovatif. Rektor Tahir mengumumkan bahwa universitas telah menyiapkan anggaran khusus sebesar 2,5 miliar rupiah untuk pengembangan Program Studi Kearsipan dalam tiga tahun ke depan, yang akan digunakan untuk pembangunan pusat penelitian kearsipan digital, perpustakaan khusus kearsipan, dan peningkatan kesejahteraan dosen.
Penutup
Pencapaian Universitas Muhammadiyah Kendari dalam meraih akreditasi A untuk Program Studi Kearsipan pada 13 April 2026 menandai tonggak penting dalam perjalanan institusi menuju keunggulan akademik. Pengakuan formal ini mencerminkan dedikasi seluruh civitas akademika dalam membangun program studi yang relevan, berkualitas, dan berdampak bagi pengembangan pendidikan kearsipan di Indonesia Timur.
Dengan infrastruktur yang modern, sumber daya manusia yang berkualitas, kurikulum yang relevan, serta komitmen berkelanjutan untuk inovasi, Program Studi Kearsipan Universitas Muhammadiyah Kendari siap menghadapi tantangan masa depan dan terus memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan profesional kearsipan nasional. Akreditasi A ini adalah bukti nyata bahwa institusi pendidikan di daerah dapat mencapai standar mutu setara dengan perguruan tinggi terkemuka di pusat, dan bahwa komitmen terhadap keunggulan akan selalu membawa hasil yang positif.
(red/adm)
—
Penulis adalah jurnalis kampus yang meliput perkembangan pendidikan tinggi di Sulawesi Tenggara.