KENDARI — Program Studi Kearsipan Universitas Muhammadiyah Kendari menggelar seminar nasional bertajuk “Digitalisasi dan Preservasi Arsip untuk Era Industri 4.0” pada Senin, 7 April 2026. Acara yang berlangsung di Gedung Rektorat Unismuh Kendari ini menghadirkan narasumber dari berbagai institusi pemerintah dan swasta untuk membahas tantangan dan peluang dalam mengelola arsip di era digital.
Seminar nasional ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan akademik Program Studi Kearsipan yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama kalangan profesional dan mahasiswa, terhadap pentingnya pengelolaan arsip yang baik dan modern. Acara yang diikuti oleh lebih dari 300 peserta, baik secara luring maupun daring, menjadi wadah berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam bidang kearsipan nasional.
Ketua Program Studi Kearsipan Unismuh Kendari, Dr. Ahmad Ridhlo, M.Arch., menyatakan bahwa penyelenggaraan seminar ini merupakan komitmen akademik untuk menghadirkan diskusi yang relevan dengan perkembangan zaman. “Kearsipan bukan hanya soal menyimpan dokumen lama di gudang. Di era digital ini, kearsipan menjadi aspek strategis dalam pengelolaan informasi organisasi. Kami ingin mahasiswa dan praktisi kearsipan memahami bahwa profesi ini terus berkembang dan sangat dibutuhkan,” ujar Dr. Ahmad Ridhlo dalam pembukaan seminar.
Pembicara Utama dan Materi Seminar
Pembicara utama seminar adalah Dr. Siti Nurhaliza, M.Phil., seorang pakar kearsipan dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI) Jakarta. Dalam presentasinya yang berjudul “Strategi Digitalisasi Arsip Nasional dan Tantangan Implementasinya,” Dr. Siti menjelaskan roadmap digitalisasi arsip yang telah dan sedang dilakukan oleh pemerintah pusat.
“Digitalisasi arsip bukan sekadar mengubah dokumen fisik menjadi format digital. Lebih dari itu, kami berbicara tentang preservasi informasi jangka panjang, akses yang lebih luas, dan keamanan data yang ketat. Pemerintah telah mengalokasikan anggaran signifikan untuk modernisasi infrastruktur kearsipan nasional, namun kami masih membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten,” papar Dr. Siti Nurhaliza kepada peserta seminar.
Pembicara kedua adalah Drs. Bambang Sutrisno, Kepala Divisi Manajemen Dokumen PT Angkasa Pura II (Persero), yang membahas penerapan sistem kearsipan modern di institusi swasta. Drs. Bambang menunjukkan studi kasus implementasi sistem enterprise content management (ECM) di perusahaan penerbangan dan pelabuhan yang mengelola jutaan dokumen setiap tahunnya.
“Dalam industri penerbangan, efisiensi akses dokumen operasional dapat menghemat waktu operasional hingga 40 persen. Sistem kearsipan yang baik juga meningkatkan compliance terhadap regulasi pemerintah. Kami sangat mengapresiasi kehadiran mahasiswa kearsipan di seminar ini karena mereka adalah talenta yang kami butuhkan,” ungkap Drs. Bambang Sutrisno.
Pembicara ketiga adalah Ir. Hendra Wijaya, M.Sc., praktisi kearsipan dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, yang membahas metodologi penelitian dan inovasi dalam kearsipan. Ir. Hendra membagikan pengalamannya dalam mengembangkan aplikasi kearsipan berbasis artificial intelligence (AI) yang mampu melakukan pengenalan dokumen otomatis dan kategorisasi file.
Kuliah Umum dan Workshop Interaktif
Selain seminar, acara juga mencakup kuliah umum bertajuk “Etika Profesional dalam Pengelolaan Arsip Rahasia Negara” yang disampaikan oleh Dr. Yusron Ihza, S.H., M.H., dari Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia. Dalam sesi ini, Dr. Yusron membahas kerangka hukum kearsipan di Indonesia, termasuk Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan dan regulasi terkait keamanan informasi.
“Pengelolaan arsip rahasia negara adalah tanggung jawab yang sangat serius. Seorang arsiparis harus memahami batasan-batasan dalam mengakses, menyimpan, dan mendistribusikan informasi sensitif. Saya menyarankan mahasiswa Program Studi Kearsipan untuk tidak hanya belajar teori, tetapi juga memahami dimensi etis dan legal dari pekerjaan mereka,” jelas Dr. Yusron Ihza.
Acara berlanjut dengan workshop interaktif yang terbagi menjadi tiga sesi parallel. Sesi pertama, “Praktik Digitalisasi: Dari Konvensional ke Cloud Storage,” dipandu oleh tim teknis dari startup teknologi kearsipan lokal. Peserta mendapat kesempatan mencoba langsung aplikasi digitalisasi dokumen dan memahami prinsip-prinsip cloud storage yang aman.
Sesi kedua, “Manajemen Retensi Arsip dan Risk Management,” dipandu oleh Ibu Dr. Sinta Dewi, Ph.D., dosen kearsipan dari Universitas Indonesia. Dalam sesi ini, peserta belajar cara membuat jadwal retensi arsip yang sesuai dengan jenis organisasi dan regulasi yang berlaku, serta strategi mitigasi risiko kehilangan dokumen penting.
Sesi ketiga, “Preservasi Arsip Tradisional dan Digital: Kombinasi Pendekatan Holistik,” dipandu oleh Prof. Dr. Wijaya Kusuma, M.Arch., dari Universitas Brawijaya yang merupakan expert dalam conservasi fisik dokumen bersejarah. Prof. Wijaya membagikan pengalamannya dalam merawat koleksi arsip bersejarah berusia ratusan tahun dan mengintegrasikannya dengan teknologi digital modern.
Peran Universitas Muhammadiyah Kendari dalam Pengembangan Kearsipan
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Ade Suryanda, M.Si., mengatakan bahwa kehadiran Program Studi Kearsipan merupakan bagian dari strategi perguruan tinggi untuk menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan industri dan pemerintahan di tingkat lokal, regional, dan nasional.
“Universitas Muhammadiyah Kendari berkomitmen menjadi pusat pendidikan berkualitas di Sulawesi Tenggara. Program Studi Kearsipan yang kami buka tiga tahun lalu telah menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Mahasiswa kami sudah mendapat penempatan kerja di berbagai organisasi, dan seminar seperti ini menunjukkan bahwa kami tidak hanya mengajar, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan profesi kearsipan nasional,” ujar Prof. Dr. Ade Suryanda.
Program Studi Kearsipan di Unismuh Kendari menawarkan kurikulum yang menggabungkan teori kearsipan klasik dengan praktik modern, termasuk mata kuliah kearsipan digital, manajemen dokumen, preservasi arsip, dan peraturan perundang-undangan kearsipan. Saat ini, program studi ini memiliki 85 mahasiswa aktif yang tersebar di berbagai angkatan, dengan tingkat kelulusan sebesar 94 persen.
Dampak dan Prospek Lulusan
Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan Unismuh Kendari, Dra. Nurhayati, M.Pd., mengungkapkan bahwa lulusan Program Studi Kearsipan memiliki prospek karir yang cukup cerah. Mereka dapat bekerja di institusi pemerintah, perusahaan swasta, lembaga pendidikan, museum, perpustakaan, dan lembaga swadaya masyarakat.
“Dari tracer study yang kami lakukan, 88 persen alumni Program Studi Kearsipan telah bekerja dalam waktu kurang dari enam bulan setelah lulus. Sebagian bekerja di Jakarta, Surabaya, dan kota-kota besar lainnya, tetapi banyak juga yang kembali ke Sulawesi Tenggara dan bekerja di institusi lokal. Ini menunjukkan bahwa kearsipan adalah profesi yang stabil dan memiliki demand yang konsisten,” papar Dra. Nurhayati.
Salah satu peserta seminar, Salsabila Ahmad, mahasiswa Program Studi Kearsipan angkatan 2023, merasakan manfaat langsung dari acara ini. “Saya tertarik dengan presentasi dari Dr. Siti Nurhaliza tentang digitalisasi arsip nasional. Ini membuat saya semakin yakin bahwa kearsipan adalah pilihan karir yang tepat. Saya juga mendapat kontak beberapa profesional di bidang kearsipan yang kemungkinan dapat menjadi mentor saya,” ungkap Salsabila setelah mengikuti beberapa sesi workshop.
Networking dan Kolaborasi Akademik
Selain kegiatan utama, seminar juga menjadi ajang networking yang produktif. Beberapa institusi, seperti Perpustakaan Nasional RI, Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), dan beberapa perusahaan swasta, memanfaatkan kesempatan ini untuk melakukan campus recruitment dan mencari calon pegawai.
Dr. Ahmad Ridhlo menuturkan bahwa kolaborasi akademik dengan institusi partner adalah bagian dari strategi jangka panjang Program Studi Kearsipan. “Kami sedang mengembangkan beberapa memorandum of understanding (MOU) dengan ANRI, PNRI, dan beberapa universitas terkemuka untuk pertukaran dosen, penelitian bersama, dan pengembangan kurikulum. Seminar seperti ini adalah momentum yang baik untuk memperkuat hubungan tersebut,” katanya.
Penutup
Seminar nasional “Digitalisasi dan Preservasi Arsip untuk Era Industri 4.0” yang digelar Program Studi Kearsipan Universitas Muhammadiyah Kendari pada 7 April 2026 telah berhasil menciptakan forum diskusi yang konstruktif dan mendatangkan perspektif baru bagi mahasiswa, dosen, dan praktisi kearsipan. Acara yang berlangsung selama satu hari penuh ini telah memberikan wawasan tentang perkembangan terkini dalam dunia kearsipan dan peluang karir yang menjanjikan.
Dengan dukungan universitas, komitmen dosen dan staf, serta partisipasi aktif mahasiswa, Program Studi Kearsipan Unismuh Kendari terus membuktikan diri sebagai lembaga pendidikan yang responsif terhadap kebutuhan industri dan berkontribusi pada pengembangan profesi kearsipan di tingkat nasional. Seminar ini juga menandai bahwa Universitas Muhammadiyah Kendari tidak hanya fokus pada pendidikan lokal, tetapi juga ambil bagian dalam diskusi dan perkembangan akademik nasional.
Panitia seminar berkomitmen untuk menyelenggarakan acara serupa secara rutin, baik seminar nasional, webinar interaktif, maupun kuliah umum dengan pembicara-pembicara terkemuka di bidang kearsipan. Hal ini diyakini akan terus meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas jaringan akademik, dan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas bagi civitas akademika Program Studi Kearsipan Universitas Muhammadiyah Kendari.